PERNIKAHAN ADAT MASYARAKAT SASAK PULAU LOMBOK

KAWIN LARI,,,??? APA TIDAK DITUNTUT,,,,???

 Kawin lari bagi masyarakat Jawa begitu tabu. Bahkan apabila orang tua si gadis tak berkenan dapat melaporkan pasangan ke aparat hukum dengan alasan membawa lari anak orang. Namun kawin lari bagi Suku Sasak justru menjadi kehormatan karena mencuri anak gadis Suku Sasak tanpa sepengetahuan keluarganya hal yang wajar dan dianjurkan sebagai simbol keberanian kaum lelaki Suku Sasak. Apabila dalam kurun waktu sehari semalam tidak ada kabar, maka dianggap gadis itu telah menikah.

Dalam urusan perjodohan mereka, menyerahkan semuanya pada anak, bila keduanya sudah saling suka maka tidak perlu menunngu lama untuk menikah. Curi saja anak gadis itu, pasti menikah. Mencuri anak gadis untuk menikah disebut budaya Merarik yaitu istilah bahasa setempat untuk menyebutkan proses pernikahan dengan cara mencuri si anak gadis.

Adakah syarat agar Merarik dapat diberlangsungkan? Kedua pasangan harus saling menyukai dan tidak ada paksaan dari pihak lain meski si gadis pujaan itu tidak memberitahukan kedua orangtuanya. Pihak laki-laki juga harus membawa beberapa orang kerabat atau teman saksi kerabat yang dibawa untuk mencuri gadis itu sekalian sebagai pengiring dalam prosesi itu. Si gadis itu tidak boleh dibawa langsung ke rumah lelaki, melainkan harus dititipkan beberapa malam dirumah kerabat laki-laki.

Setelah sehari menginap pihak kerabat laki-laki mengirim utusan ke pihak keluarga perempuan sebagai pemberitahuan bahwa anak gadisnya dicuri dan kini berada di satu tempat tetapi tempat persembunyian yang dirahasiakan, dan tidak boleh ketahuan keluarga perempuan. Prosesi ini disebut Nyelabar istilah bahasa setempat.
Rombongan Nyelabar terdiri lebih dari 5 orang dan wajib mengenakan pakaian adat tanpa orang tua pihak lelaki. Rombongan tidak boleh langsung datang kepada keluarga perempuan. Rombongan terlebih dahulu meminta ijin pada Kliang atau tetua adat setempat, sekedar rasa penghormatan kepada Kliang, datangpun ada aturan rombongan tidak diperkenankan masuk kerumah pihak gadis. Mereka duduk bersila di halaman depan, satu utusan dari rombongan itu yang nantinya sebagai juru bicara menyampaikan pemberitahuan.

Merarik hingga kini masih terjadi, namun seiring perkembangan akulturasi budaya antara masyarakat Suku Sasak dan orang luar atau suku Non-Sasak, maka Merarik telah mengalami pergeseran budaya misalnya adanya budaya pertunangan terlebih dahulu.

Categories: KOLEKSI | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: