KEBUDAYAAN BAU NYALE

Pesona Nusa Tenggara Barat saat ini mulai menggeliat di sektor pariwisata. Februari 2009 kemarin ketika orang merayakan Hari Valentine, puluhan ribu orang berkumpul di Pantai Selatan Pulau Lombok, tepatnya di Teluk Seger timur Pantai Kuta, Kabupaten Lombok Tengah Pujut. Adalah kumpulan orang-orang yang ingin merayakan Valentine’s Day? Tidak ada teman. Mereka berkumpul di tempat ini untuk merayakan pesta Bau Nyale.

Demikian pula, peristiwa pada tahun 1993, dengan sebuah tim dokumenter sehat cakupan bahu nyale reiki, yang merupakan acara tahunan yang dijadwalkan sebagai pesta rakyat di Lombok. Sayangnya tahun itu partai tidak bertepatan dengan Bahu Nyale Hari Valentine tetapi partai berlanjut dengan gala meriah.

Karena di Jakarta kami telah merancang jadwal kerja sehingga kedatangan Barat tidak sia-sia. Script cakupan, lokasi, bahan dokumentasi dengan hati-hati diatur sehingga segera setelah kami tiba di Partai Rakyat adalah cakupan dilaksanakan.Tim dapat ditugaskan untuk menutup pekerjaan juga harus membuat reportase pada script penembakan luar berdasarkan kejadian di tempat-tempat di luar yang direncanakan skenario.

Ini adalah Partai Rakyat adalah pihak bahu nyale orang warga yang terlibat yang berasal dari berbagai daerah, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah masih percaya kebenaran Legenda Pangeran Mandalika lebih dikenal sebagai Putri Nyale. Bahkan hari-hari sebelum pesta berlangsung seolah-olah dengan daerah sihir di mana pesta dengan keberadaan pasar tiban di mana makanan dan minuman vendor hadir di lokasi ini untuk bertemu dengan membeli atau menjual.

Tentu saja anda tidak pernah mengunjungi Lombok bertanya-tanya apa sih pesta nyale Bahu? Baik baik dengan menjelaskan pihak bahu kemajuan pihak reiki nyale tahunan dari generasi ke generasi dari generasi ke generasi asli Pantai Selatan Lombok dari timur ke barat bahwa adat Blowam, Jerowaru, Awang, Terasak, Aan dan Seger.

Sebenarnya apa itu Nyale? Biologi disebut nyale sebagai sejenis cacing laut (anelida polycaetae) anelida kelabang atau properti cacing negara tetapi bukan tipe anthropoda (hewan tersegmentasi), yang muncul setiap tahun di Pantai Selatan Lombok ini. Kelabang cacing terpanggil sesuai dengan lokasi masyarakat adat hidup, misalnya, yang disebut Nyale Lombok, Sumbawa cacing Nyale Sorban disebut Adam dan Maluku di Ambon disebut worm karena dianggap bahwa hujan jatuh dari langit hujan yang sama.

Nyale ditangkap di Lombok pada tanggal 20 dan awal bulan kesepuluh Sasak ditandai dengan meningkatnya bintang Rowot (tanda-tanda alam terkait dengan pertanian) di mana kesatuan bulan oleh suku Sasak dimulai pada 25 Mei dan umur 30 hari setiap bulan dihitung. Bila dibandingkan dengan siklus tahun matahari sedikit perbedaan dan jatuhnya bulan kesepuluh dan kesebelas pada bulan Februari dan Maret.

Malam telah tiba di pantai Seger. Ribuan peserta nyale diatur di pantai. Mereka membawa panci debu, dan jaring dengan hanya senter dan dipompa siap untuk menceburkan diri ke air laut dangkal sangat dingin malam itu. pantai selatan Lombok angin laut dan tubuh itu menggigit angin dingin di wajahku ditutup dengan handuk.

Nyale ditangkap ingin ukuran 10-15 inci, tiba-tiba mengambang di permukaan laut dengan jumlah tak terduga nomor. Mungkin jutaan Nyale datang malam mengambang di ikan laut hanya mengambang di air dangkal. Tanpa perintah dan menangkap peserta nyale nyale dan masukkan ke dalam wadah yang telah disiapkan.

Nyale telah menangkap seorang prasina putih, hitam, kuning, hijau dan coklat. Nyale penuh warna tanda menyiratkan bahwa beras akan tumbuh dan panen akan berlimpah. Terutama malam sebelum nyale pihak datang dengan hujan deras disertai petir di wilayah Seger Beach. Menurut hikayat yang berkembang di masyarakat diberitahu bahwa keturunan Nyale Lombok ditangkap malam itu diyakini sebagai inkarnasi dari Putri Mandalika yang hidup ratusan tahun yang lalu. Sang putri memilih terjun ke laut selatan Pulau Lombok kesulitan dalam memilih salah satu dari tiga Princes yang ingin mengedit Putri Mandalika. Bagaimana cerita dari kerajaan diperintah oleh raja Seger Seger arif dan bijaksana yang telah bernama Lale permaisuri Feather Kuning (Yellow Lining) dan memiliki seorang putri cantik. sang putri diberi julukan sejak kecil Tunjung Beru berarti “muncul.” Dengan bertambahnya usia akan meningkatkan keindahan putri kerajaan dan orang-orang yang menawan Seger Kerajaan. Putri nama raja akhirnya diubah menjadi Putri Sarah Wulan yang berarti putri yang memiliki lampu yang indah. Karena keindahan adalah putri raja membuat seorang pangeran putra mahkota kerajaan, dan segera menarik orang lain untuk menyerahkan. Anak ketiga dari Putra Mahkota Rembitan Arya, Arya Bumbang dan Pangeran Johor. Raja putri pangeran ketiga yang diusulkan dan lauk pada usulan ketiga adalah putra mahkota tiba tercinta telah diterima oleh Raja. Namun, masalah timbul, jika salah satu menerima dua pangeran pangeran lain cemburu, yang pada gilirannya akan membawa perang saudara dan menyebabkan banyak korban dari rakyat negeri ini. Untuk menghindari tragedi perang saudara berdarah karena putri kerajaan berpikir untuk sementara menanyakan arah kepada Yang Mahakuasa.

Setelah menerima wangsit Dream Putri akhirnya jatuh ke laut pantai selatan Lombok Sasak tahun kesepuluh dari 20 bulan. Sebelum Anda menyelam ke laut Putri pertama mengumumkan keputusan ini untuk para pangeran dan rakyat kerajaan. Nah sejak saat itu Putri Sarah Wulan bernama Putri Mandalika. Manda bingung atau tidak pasti dan tindakan Lika bermakna. Putri Mandalika akhirnya kewalahan oleh keturunan keraguan dari orang-orang diabadikan dalam partai oleh orang-orang nyale South Beach Lombok, Lombok Tengah komunitas yang sesuai. Mereka ingat dan merayakan semua pihak malam hari dengan nyale bersih dan percaya bahwa ini perwujudan dari Putri Nyale Sarah Wulan. acara nyale kini telah menjadi administrasi tahunan pariwisata NTB ikon yang dapat mendatangkan devisa karena pengunjung tidak hanya dari Lombok itu sendiri, tetapi juga dari daerah lain di luar NTB. Legenda Putri Nyale Putri Mandalika atau diingat dan dirayakan setiap tahun, terutama pemerintah daerah Lombok NTB Tengah. Tinggal saja kesempatan ini dan membuat acara tahunan untuk menangkap pengunjung melalui promosi, baik secara nasional maupun luar negeri melalui internet, brosur wisata dan publikasi media nasional dan lokal. Apa dokumentasi nyale penatnya malam. Tak terasa fajar ufuk timur Pantai Seger. Nyale Peserta yang berhasil menangkap nyale bubar dan kembali setiap Home. Order Nyale membuat piring, pupuk pertanian, untuk emping nyale dan obat kuat lebih banyak digunakan juga untuk seorang pria memukul.

Categories: KOLEKSI | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: